Kamis, 02 Juni 2016

Sabar bersama mereka yang tidak penyabar!



Seberapa “sabar” dirimu?
Diukur dengan kesabaranmu bersama orang-orang yang tidak penyabar??

Okelah, kalo sebagian dari kita menyebut sabar itu relatif, artinya tergantung pada kekuatan seseorang yang mempunyai ruang hati sangat luas. Saya setuju, apabila ada yang bilang “sabar itu ada batasnya”. Iyalah setuju, karna memang bukan orang dengan kepribadian santai apalagi pengalah. *baca: Penyabar*
Tapi ternyata, setelah dipelajari detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun dan dari banyak pengalaman hidup yang dilalui dengan penuh perjuangan, bahwasannya “Sabar itu tak berbatas”. Betapa tidak, sebenarnya kita bisa sabar kok. Ingat saja seberapa sabar kamu menghadapi teman yang tidak pe-nyabar.
Naaahhhhh....
Dari pengalaman saya tinggal bersama dalam satu kamar dengan saudara “ketemu gedhe”. Beberapa tipe teman saya kenali dengan baik. Banyak sekali perbedaan karakter dengan diri sendiri, apa yang diterapkan orang tua di rumah berbanding terbalik dengan kebiasaan-kebiasaan mereka, tak banyak pula yang kebiasaannya sama dengan kita. Ada dua tipe teman yang sering menggelitik hati ini dan sangat terpaksa untuk dimengerti kebiasaannya. Yang pertama, dia dengan kebiasaannya berbicara dengan suara keras. Bayangkan saja, bagaimana tidak mendelik, kalo yang diajak bicara ada di depannya tapi suara dan intonasinya seperti memanggil orang di atas gunung. Dia punya gadget super canggih yang sering disebut dengan tablet, bisa ditebak kalo di dalam tablet temannya kapsul ini terdapat –suara dan gambar yang bisa bergerak- dan acara kesayangannya adalah kontes dangdut yang notabe-nya ditayangkan sampai larut malam. Dia yang sangat kontras dengan teman-teman satu kamar ini, selalu mengikuti acaranya sampai selesai dan parahnya dia ikut bernyanyi dengan lantang dalam lantunan lagu yang didendangkan oleh kontestannya, lebih-lebih tertawa lepas ketika mc dan jurinya melucu. Terang saja, satu kamar terbangun dan berteriak memaki dia. Tak berhenti sampai disitu, dia yang pembawaanya sangat molor dan menunda-nunda pekerjaan sering membuat kami pusing untuk mengingatkannya. Tapi.. kalo sudah bertemu kemepetan, bingungnya Masya Allah banget, menggemparkan satu kamar. Katakan saja, dia yang salah, kenapa kami yang dimarahi???? Ini yang paling penting, harus extra sabar saat keluar bareng dia, mood-nya suka berubah-ubah dan bisa dipastikan dia akan mengeluh marah kalo kecapean, padahal juga dia yang butuh dan kami yang mengantar. Agh.. sudahlah, kita tidak mau membicarakan orang lebih lama lagi kan?? Hehe.. tapi teman yang kedua ini lebih menggelitik nih ,, dia tidak separah teman yang tadi, hanya saja sedikit menguras tenaga. Pembawannya kalem banget, tutur katanya lembut, cantik, suka makan tapi ngga mau gendut. Padahai sih udah .. suka galau mendadak, kalo sudah begitu, dia akan muter bolak-balik di tempat tinggal kami, ngomong ngga jelas dan bertele-tele. Kami yang diajak ngomong, sering ngga ngerti dan dia pun ngga mau mengerti kalo sebenarnya kami juga capek melihat dia seperti itu. 

Bukan... bukan saya mengajak ber-ghibah show dengan membicarakan teman-teman saya, bukaaannnn...     sebenarnya kita termasuk orang-orang yang tidak bisa bersabar, karna sebaliknya kedua teman saya tadi juga punya cerita tentang kesabarannya menghadapi saya.

Menurut saya, ini yang di maksud dengan bersabar dengan sesuatu hal yang paling kecil.
Tentu saja, kita punya ukuran sendiri-sendiri dengan kesabaran-kesabaran yang hinggap di setiap peristiwa hidup kita. Bisa dipastikan, apabila kita bisa menyabari kesulitan-kesulitan kecil itu kita terlatih dengan sebuah kesabaran yang teramat besar yang akan ada disetiap periode hidup kita. Jalani saja, kita tidak tau kan seberapa besar hadiah yang kita dapat diatas kesabaran-kesabaran itu?
Tetap bersabar dengan kesabaran terkecil sampai yang menurut kita sangat besar.
"Yakinlah akan ada sesuatu yang indah selepas kesabaran-kesabaran yang kau lewati."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar